Awas, Efek Obat Kuat Bagi Pria

Konon, suatu hari Denmas Kampret sedang jalan-jalan sore sambil cuci mata di kota.
Harap maklum, hal ini dilakukan setelah mendengar nasehat dari orang pinter karena Denmas Kampret sedang terjangkit penyakit mata belek. Kata si orang pinter, biar cepat sembuh ya si penderita harus cuci mata. Bukannya membeli obat cuci mata di apotek (kata admin, ga boleh promosi menyebutkan merek) , eh, Denmas Kampret malah ke kota buat nyari yang seger-seger. (laahhh, bukankah di kampung banyak sayuran yang seger? Entahlah … )

Saat memasuki halaman sebuah pusat perbelanjaan modern, Denmas Kampret didatangi seorang SPG yang ayu semlohai dengan pakaian minimalis.

‘Selamat siang, pak.’ kata SPG itu.
‘Siang.’
Sekedar tahu saja, Denmas Kampret merasa grogi sekaligus GE-ER. Dia merasa menjadi orang penting karena ternyata ada juga orang kota yang kenal dan menyapanya.

‘Bapak sendirian?’
‘Eh … eh … iya, mbak. Kenapa? Mbak kenal saya?
‘Hihihi … belum kenal lah, kan kita belum kenalan. Nama saya Bunga, siapa nama bapak?’
‘Kampret … tapi wong ndeso ku biasa manggil, Denmas Kampret.’
‘Hihihi … bagus juga nama bapak, seperti orangnya. Bagus, gagah, dan ramah. Hihihi …’
Walah-walah, Denmas Kampret semakin GE-ER karena jarang-jarang ada cewek cantik yang mau memujinya.

‘Hihihi … ini,pak. Saya mau menawarkan obat khusus pria, mungkin saja bapak berminat untuk membelinya. Yah, kan buat membahagiakan istri di rumah.’
‘Oooo … si embak ini dodolan obat tho?’ tanya Denmas Kampret.
‘Iya, pak. Kenapa?’
‘Tiwas aku GE-ER jee … kirain namaku dah ngetop sampai di kota gede ini.’
‘Hihihi …’

SPG itu tertawa ngikik yang mengingatkan Denmas Kampret pada cerita horor kuntilanak. Hiiii …

‘Bapak mau beli obat ini?’ tanya mbak SPG yang ayu semlohai itu.
‘Buat apa? Saya masih bujangan, mbak. Belum ada cewek yang mau ama saya.’
‘Ahhh, masaaaa … bapak ini suka bercanda ya?’
‘Bener, mbak. Saya malah bingung kalau harus beli obat khusus pria itu. Dipakai buat apa? Buat siapa?’
‘Hihihi … bener juga ya. Kalau orang bujangan seharusnya tidak boleh pakai obat beginian. Pamali atuh … Ora ilok alias Saru …’

Denmas Kampret cuma senyum-senyum sok imut mendengar kata-kata si embak SPG itu.

Tiba-tiba …
‘Boleh nanya dikit ga, mbak?’
‘Apa, pak?’
‘Emangnya obat itu tidak membawa efek samping ya? Kok dijual bebas di pusat perbelanjaan gini.’
‘Ya enggak lah … Ini kan sudah resmi terdaftar, lagian kita ga akan sembarangan nawarin orang agar membeli obat ini. Kita kan juga pilih-pilih orangnya … ‘
‘Oooo … ‘
‘Obat ini dijamin tanpa efek samping, pak. Tapi … ‘
‘Tapi apa, mbak?’ tanya Denmas Kampret penasaran.
Si embak itu kedip-kedip genit. Katanya, ‘Obat ini membuat peminumnya merasakan … efek depan! Hihihi …’

Pos ini dipublikasikan di Guyonan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s