Politik dan Kekuasaan diluar logika karena bukan Matematika?

Dalam blog APIQ disebutkan bahwa matematika adalah ilmu pasti sedangkan politik dan kekuasaan penuh ketidakpastian, apakah artinya dunia politik dan kekuasaan boleh-boleh saja mengingkari logika dan cara berpikir ilmu matematika?

Silahkan anda simak ilustrasi berikut:

Anda pasti pernah belajar rumus matematika tentang persamaan bilangan sebagai berikut:
A, B dan C adalah sebuah variable tertentu.
Jika A = B,
Jika A = C,
Maka B = C

Masih ingat?
Sekarang jawab dengan pilihan ganda, BENAR dan SALAH.
Apa jawaban anda?
BENAR?
OK, jika anda menjawab bahwa rumus diatas adalah benar maka marilah kita simak lagi asumsi berikut :

A, B dan C adalah sebuah variable tertentu.
Disini kita ganti variable tersebut menjadi A = Tikus, B = Koruptor dan C = Politisi

Dengan mengikuti cara berpikir diatas maka akan terjadi hal beikut:
Jika A = B, artinya TIKUS = KORUPTOR
Jika A = C, artinya TIKUS = POLITISI
Maka B = C, artinya KORUPTOR = POLITISI

Sekarang, apa pendapat anda?
Pernyataan diatas, BENAR atau SALAH?

Saya yakin bahwa jawabannya relatif buat orang umum.
Pasti ada ucapan menyangkal begini, ‘Ah, tidak semua POLITISI adalah KORUPTOR. Masih ada juga politisi yang baik yang benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat banyak. Mereka yang korupsi adalah OKNUM yang memanfaatkan jabatannya demi kepentingan pribadi.’

Artinya, apakah rumus yang saya sebutkan diatas adalah SALAH?
Atau mungkin perlu ditambahkan variable baru agar rumus itu menjadi benar dan tidak bertentangan dengan logika cara berpikir matematika.

Seperti saya uraikan diatas, matematika adalah ilmu pasti sedangkan politik dan kekuasaan penuh ketidakpastian, apakah artinya dunia politik dan kekuasaan boleh-boleh saja mengingkari logika dan cara berpikir ilmu matematika?

Apa pendapat anda?
BENAR atau SALAH?

Selamat merenung … Terima kasih.

Salam pusing,

RHRM
si pencari damai yang selalu jeblok dalam pelajaran matematika di sekolah.

catatan:
1) Mohon dikoreksi kalau ada salah kata, kalimat dan pola berpikir. Yah, harap maklum karena saya selalu jeblok dalam pelajaran matematika di sekolah.

2) Jadi, pesan dari matematika,
“Jika Anda bukan suara mayoritas maka jangan buru-buru menentukan sikap. Meskipun Anda adalah suara terbanyak.”
Tetapi jika Anda adalah suara mayoritas tentu terserah Anda. Hanya saja risiko dan tanggung jawab ada dalam diri Anda.

Referensi: http://apiqquantum.wordpress.com/2010/05/24/matematika-politik-dan-kekuasaan/
Gambar: http://hentikankorupsi.blogspot.com/

Pos ini dipublikasikan di Aku dan Lingkungan, GADO-GADO dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Politik dan Kekuasaan diluar logika karena bukan Matematika?

  1. julie berkata:

    politik dan kekuasaan berhubungan dengan sosial.. dan ilmu sosial bukan ilmu pasti =)

    • callxyz berkata:

      setuju, mba … makanya kalau pake rumus matematika akan menghasilkan logika yg aneh dan kebalik2 ya? jadi, politik dan kekuasaan memakai rumus sesuai situasi dan kondisi.
      salam kenal. maturnuwun sudah menengok lapak ini

  2. apiqquantum berkata:

    Sip, terus perbanyak tulisan-tulisannya!
    Salam…

  3. nahdhi berkata:

    Hehehe… kalau saya tetep berpandangan seluruh hubungan sebab akibat dalam ilmu sosial itu mengacu pada HUKUM NEWTON tentang AKSI-REAKSI.

  4. Ping balik: [KONTES SEO] Apakah Tikus itu sama dengan Koruptor? Kenapa? | duniasithole

  5. Ping balik: [KONTES SEO] Apakah Tikus itu sama dengan Koruptor? Kenapa? | Humor Dewasa & yang Lucu-Lucu

  6. Ping balik: Hasil Akhir Piala Dunia 2010 | duniasithole

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s