entrepreneur: Terinspirasi Tukang Ongol-ongol

Ada pelajaran berharga yang saya petik dari kehidupan keluarga sahabat saya di Jakarta. Setahun tidak bertemu keadaan ekonominya berubah drastis. Setahun yang lalu, sahabat saya bernama Budi, adalah seorang marketing manager sebuah perusahaan asuransi ternama dengan gaji yang layak. Menurutnya, akibat salah mengelola uang, kehidupannya jadi morat-marit. Utang menumpuk di mana-mana, mulai utang KPR, utang kartu kredit, kredit sepeda motor, utang rentenir, utang warung, dll.

Untuk mengatasi masalah tersebut, 2 bulan yang lalu rumahnya dijual untuk menutupi semua utang-utangnya. Hanya kredit sepeda motor yang belum dilunasi dan sisa uangnya dibelikan sebidang tanah. Eh nggak taunya tanah yang dibelinya dalam sengketa. Habislah harta saya semua, katanya. Karena panik, Dia pindah kerja ke perusahaan asuransi lain dengan posisi yang lebih baik, nasib apes perusahaan asuransi tempat barunya bermasalah, dan Dia terpaksa harus terjun bebas jadi agen Freelance yang hanya mengharapkan bonus yang tidak jelas. Uang yang ada pada istri tinggal 150 ribu. Hidup di Jakarta, tepatnya di Cilodong, dengan 3 anak yang sudah besar-besar.

Bayangkan !, katanya dengan nafas yang berat. Pada saat itu Dia yakin Allah akan memberikan jalan, isterinya tiba-tiba terinspirasi pada seorang janda tua tetangga rumahnya yang berhasil menyekolahkan anaknya sampai ke universitas, dengan ‘hanya’ menjual ongol-ongol (makanan dari bahan campuran tepung sagu, berwarna coklat kehitaman ditaburi kelapa parut). Sejak saat itu Tini, isterinya mengambil peran ekonomi keluarga. Mereka saling bahu-membahu mengatasi ekonomi keluarga dengan berjualan Nasi Uduk, Nasi Goreng, Kue-kue khusus untuk sarapan pagi yang disiapkan pada pagi hari sebelum warga perumahan berangkat kerja. Isterinya menjajakan makanan dengan cara door to door, subuh-subuh sudah mengetuk pintu rumah orang.

Pekerjaan yang terasa berat dari pekerjaan ini adalah mengatasi rasa malu, belum lagi respons calon konsumen yang kadang menyakitkan hati. Tapi tidak ada pilihan lain semua harus berjalan untuk mempertahankan hidup. 1 bulan berlalu, Alhamdulillah uang 150 ribu, masih tetap ada. Kebutuhan makan keluarga, uang sekolah anak, uang untuk kredit motor bahkan transport suami untuk keliling jadi agen asuransi bisa teratasi. Kata Tini, isterinya Budi. Dagangan makin punya banyak pelanggan, permintaan barang makin banyak seperti sembako dan nugget, tinggal modalnya aja yang belum ada. Respons warga tambah baik terutama Ibu-Ibu di Perumahan itu merasa terbantu tidak perlu menyiapkan sarapan buat suami dan anak-anak mereka.

Alhamdulillah, katanya, Anak-anak kami sudah dapat menerima keadaan, keluarga kami semakin kompak, sekarang ini kami nggak punya uang tapi hidup terasa lebih tenang, tidak diburu debt collector, katanya mengakhiri cerita. Satu lagi pelajaran penting buat saya, mungkin juga buat rekan-rekan lain yang masih jadi orang gajian, untuk menjadi entrepreneur ternyata modal utamanya adalah BERANI Plus MOTIVASI. Tapi kadang-kadang Saya berpikir, apakah harus kepepet dulu baru punya keberanian ?. Memang susah untuk memulai usaha, kalo kita masih merasa nyaman di Zona Aman.

Copas dari Catatan Lutfi S Fauzan: Terinspirasi Tukang Ongol-ongol

Pos ini dipublikasikan di WIRAUSAHA dan tag , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke entrepreneur: Terinspirasi Tukang Ongol-ongol

  1. ikhsan berkata:

    wah,jadi pengen jadi entrepreneur🙂
    salam kenal mas dari Sukabumi
    tapi asli Magelang

  2. eko magelang berkata:

    lha piye nek aku mencoba dadi entreprenur [moh bener pora le nulis], pertama-2 piye nek jual omahmu ndisik….tak tawak-e neng market, hehehehehe…

    ter inspirasi ongol2………………..malah eling ongol2 -e je, kekekeke

    btw. bener……mosok hrs didpepet dilu baru muncul spt itu ?

    • sithole berkata:

      p eko: omahku tak jual 2 miliar ga boleh kurang, fee calo 3% … hehehe
      lumayan, nek payu kan bisa kanggo modal BALI NDESO, MBANGUN BISNIS NING NDESO … hahaha
      ongol2? aku yo pengin maem kuliner niku jee …
      kulo nggih purun mawon nek dipepet cewek ayu semlohai …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s