Macet di Jakarta? Ah, itu sih soal biasa!

“Macet di Jakarta? Ah, itu sih soal biasa! Kalau ga suka macet ya silahkan pindah ke kampung aja, jangan tinggal di jakarta. So? Please, deh … Jangan banyak mengeluh soal kemacetan di Jakarta.”

Mungkin … ini baru mungkin lho, itu cuma kalimat pembenaran dan pembelaan diri (atau malah cara menghibur diri?) untuk menyikapi kemacetan di Jakarta yang semakin parah. Asal tau saja, kemacetan bisa merata di semua tempat apalagi di pagi dan sore hari saat warga Jakarta akan berangkat kerja dan pulang kerja.

Mengutip dari VIVAnews
Macet Jakarta adalah problem akut. Jalanan padat dan tak bergerak itu juga sangat merugikan. Satu lembaga bernama Study on Integrated Transportation Master Plan for Jabodetabek mp3 free (SITRAMP 2004) pernah menghitung kerugian akibat traffic macet di DKI itu mencapai Rp 8,3 triliun. Kerugian itu mencakup tiga aspek. Pertama, kerugian biaya operasi kendaraan Rp 3 triliun. Kerugian waktu Rp 2,5 triliun, dan dampak kesehatan akibat partikel PM10 sebesar Rp 2,8 triliun.

Sepuluh tahun silam, Bappenas pernah menghitung kerugian pemborosan bahan bakar minyak akibat kemacetan. Angka untuk mobil dalam satu tahun Rp 6,5 triliun. Sepeda motor sekitar Rp 8,2 triliun. Total kerugian Rp 14,7 triliun per tahun. Ini asumsi minimal karena macet pada 2009 lebih parah tiga kali lipat dibandingkan 1998.

Selain itu, jika perkembangan kota dan sarana transportasi di DKI Jakarta dibiarkan berjalan tanpa terobosan kebijakan, maka pada 2014 Jakarta diperkirakan macet total. Begitu kendaraan keluar dari garasi, ia akan langsung lumpuh dalam antrean panjang kendaraan. Tidak bisa berkutik. Gambaran ini dikemukakan oleh Japan International Corporation Agency (JICA) setelah melihat perkembangan penduduk, kendaraan dan sarana jalan di Jakarta.
(http://sorot.vivanews.com/news/read/68289-macet_jakarta_salah_siapa)

Sebagian warga Jakarta menyikapi macet dengan memilih moda transportasi sepeda motor dengan alasan agar bisa lincah bergerak menembus kemacetan. Motor adalah pilihan karena irit dan cepat.
Tapi (sayangnya) apa yang di benak warga belum tentu sejalan dengan apa yang dipikirkan oleh pemegang kekuasaan di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, kemacetan di Jakarta kian parah karena jumlah sepeda motor yang melimpah. “Beranaknya seperti kucing,” kata Fauzi.

Fauzi agaknya risau melihat sepeda motor padat memenuhi jalan. Data Polda Metro Jaya menyebutkan, dari 2002-2007, rata-rata ada 250 ribu sampai 300 ribu motor baru per tahun, atau 700-900 motor per hari. Jumlah total sepeda motor di DKI pada 2007 mencapai 3,5 juta unit. Meski tak sehebat motor, pada rentang waktu sama, jumlah mobil di Ibukota sekitar 2,2 juta. Atau, meningkat 250-300 kendaraan per hari.

Itu sebabnya, Fauzi Bowo ingin membatasi gerak ariel, luna maya sepeda motor di Jakarta. “Kami tidak bisa membatasi orang beli sepeda motor. Yang bisa diatur adalah penggunaannya,” kata Fauzi Bowo.

Kemacetan di Jakarta sebenarnya adalah potret lalu lintas di Indonesia, bukankah ibukota merupakan gambaran suatu negara, ini berarti peringatan bagi kota-kota di daerah untuk menata daerahnya, supaya tidak seperti Jakarta beberapa tahun yang akan datang. Ini tantangan bagi pemerintah daerah untuk lebih baik dari Jakarta.
(sumber: http://ayobangkitindonesiaku.wordpress.com/2007/12/03/macet-di-jakarta-potret-indonesia/)


Yang lebih aneh dan menggelikan, ada seorang Walikota di kota besar menyatakan bahwa kemacetan adalah ciri kota besar yang ekonominya makin berkembang.
Kini kota-kota kecil di Indonesia terutama ibukota provinsi juga mengalami hal yang sama dengan kemacetan di Jakarta.

Jadi, bagaimana cara mengatasi macet di Jakarta?
Apakah perlu dibatasi jumlah kendaraan dengan melarang warga Jakarta untuk memiliki sepeda motor atau mobil pribadi?
MARI KITA BERTANYA PADA AHLINYA ngeblog … !!!

eh, sebentar lagi bulan puasa Ramadhan … apakah anda masih ingat doa niat dan buka puasa?

Pos ini dipublikasikan di GADO-GADO dan tag , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Macet di Jakarta? Ah, itu sih soal biasa!

  1. Sang Nanang berkata:

    yo asal macetnya jangan dibawa mudik sewaktu lebaran lho mas…….

  2. Miftah Afina berkata:

    Enakan di pemalang aja ya,mas,,??hehe

    mas komentar ke blogku yang phynt.wordpress.com kan,,??
    sekarang aku udah pindah ke phynt.blogspot.com

    kunjungi ya,,🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s