Jadi Orang Tua yang Tukang Bohong?

ini adalah pengalaman pribadi saya sebagai orang tua yang memilik 1 anak laki-laki dan tahun ajaran baru ini mulai masuk sekolah dasar.

perpindahan dari dunia playgrup dan taman kanak-kanak ke jenjang sekolah dasar pasti membawa dampak tersendiri bagi sithole, begitu saya memanggil anak kesayangan saya ini. sithole yang dulu bebas bermain, kini mulai saya kenakan aturan-aturan yang insya allah demi kebaikan dia sendiri di masa depan.

saya menerapkan aturan jam sekian harus belajar, jam sekian harus tidur, jam sekian boleh bermain dan lain-lain yang saya sadari berat bagi sithole tapi terus saya coba terapkan secara perlahan. pertama kali ya pasti ada nada protes dan diikuti ngambek saat aturan tersebut mulai diberlakukan.
tapi, saya mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana agar sithole bisa mematuhi aturan yang telah saya diskusikan dengan isteri.

beberapa hal yang saya coba ajarkan adalah :
1. tidak boleh jajan sembarangan baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
2. tidak boleh mencontek saat ulangan / test.
3. tidak boleh membolos tanpa alasan yang jelas dan masuk akal.

dan mungkin saat dia dewasa akan saya terapkan aturan baru
4. tidak boleh pacaran

hahaha …

jujur saja, saya ingin tertawa keras saat saya coba menerangkan pada sithole soal sebab akibat dan dampaknya jika dia melanggar aturan tersebut.

kenapa?
karena semua larangan itu adalah hobby saya di saat jaman sekolah dan kuliah.
jajan? ayo aja … dimana? kapan? enak ga?
mencontek? sstttt … sini pinjam kertas ulangannya. ama teman tidak boleh pelit!
membolos? ayo aja … kapan? kita mau jalan kemana nih? asyik ga?
pacaran? hahaha … kalau yang ini sih rahasia perusahaan

ternyata sebagai orang tua, kita harus belajar juga berbohong pada anak. saya tidak mungkin akan bercerita apa adanya soal kenakalan-kenakalan masa remaja pada sithole. mungkin nantinya dia juga akan mengerti soal kelakuan si ayah kalau kebetulan nenek, kakek, paman, dan saudara-saudara saya yang lain yang membocorkan rahasia perusahaan ini.

ternyata, untuk menjadi orang tua yang (insya allah) baik akan mengajarkan kita menjadi tukang bohong. tapi, ini kan bohong yang baik ya? hahaha

dan besok, saat sithole sudah mulai bekerja mencari duit sendiri … saya akan berpesan ‘JANGAN KORUPSI. JANGAN MEMBAWA UANG HARAM KE RUMAH YANG AKAN MENJADI MAKANAN BUAT ANAK DAN ISTERIMU.’
kalau yang ini sih, insya allah saya jujur karena saya tidak berani dan tidak mempunyai kesempatan melakukan korupsi. saya pernah berjanji pada diri sendiri bahwa anak isteri saya harus mendapatkan uang dari jalan yang benar dan lurus. bagaimana caranya? insya allah saya mendapatkannya kalau tetap bekerja dan berdoa. saya yakin bahwa ada ribuan, ratusan ribu dan jutaan cara mencari rejeki yang halalan toyiban, baik dan benar. ingat, gusti allah mboten sare.

semoga …

RHRM
si pencari damai

https://duniasithole.wordpress.com/

Pos ini dipublikasikan di Aku dan si Thole dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Jadi Orang Tua yang Tukang Bohong?

  1. budhie berkata:

    Wah bapak yg baik…untung nggak dilarang mabukkkkk…hahahaha…masih ada celah nih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s